Biarkanlah Aku Pergi Dalam Damai


Biarkan aku pergi dalam damai…….
Aku telah mematahkan jeruji kerangkeng ini
Biarkanlah aku terbang dan jangan halangi
Karena ayahku sedang memanggilku

Langit cerah dan laut tenang…..
Perahuku siap untuk berlayar, jangan tunda perjalanan ini!

Biarkanlah tubuhku beristirahat bersama waktu
Biarkanlah mimpiku berakhir dan
Biarkanlah jiwaku terbangun bersama fajar dan
Biarkanlah jiwamu memeluk jiwaku

Dan berikan aku ciuman harapan………
Jangan ada satupun kesedihan dan kepahitan yang tumpah ketubuhku
Agar bunga-bnga dan rerumputan itu tidak menolak hidangan untuk mereka

Jangan tuangkan air mata kesusahan ke tanganku
Karena mereka akan menumbuhkan duri diatas kuburku
Jangan tarik guratan kesedihan diatas keningku
Karena jika angina lewat mereka akan menolak untuk terbangkan debu dari tulangku kepadang hijau

Aku mencintai kalian semua……
Ketika aku hidup dan ketika aku mati
Jiwaku akan terus menatap dan menjaga kalian

Jangan panggil tabib!
Karena dia akan memperpanjang hukuman ku dipenjara ini dengan obat-obatnya
Hari-hari perbudakan telah berlalu dan jiwaku mencari kebebasan di atas langit

Jangan panggil ustadz!
Karena doa-doanya tidak akan menyelamatkan aku jika aku memang pendosa
Dan tidak akan pula mendorongku ke surga kalaulah aku ini tak berdosa

Kehendak manusia tidak akan mengubah kehendak-Nya
Sebagaimana ahli perbintangan tidak akan dapat mengubah arah bintang itu

Tetapi……
Setelah kematianku biarkanlah Tabib dan Ustadz melakukan yang mereka suka
Sementara perahuku akan terus berlayar sampai tempat tujuan

Biarkanlah aku pergi dalam damai

(dari internet)

>> >> >>> dan dia telah pergi meninggalkan kami (07081950-25082002)

This entry was posted in Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *