Idola Cilik

Sedikit berkomentar ringan tentang tayangan televisi saat ini, namun walaupun topik nya ringan saya pikir ini juga penting. Berbicara tentang tayangan di televisi, tentu saja kita semua sepakat bahwa acara-acara yang di suguhkan oleh Televisi sangat beragam. Sangat jauh berbeda dengan era-era zaman dulu, hal ini menjadi sebuah keniscayaan. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri.

Setelah sukses dengan program Idola Cilik, kini RCTI kembali menyuguhkan acara yang sama. Mungkin karena rating nya tinggi kali yah makanya kembali disiarkan oleh pihak RCTI. Sebagai orang yang pernah mengalami masa muda (walaupun sekarang saya juga masih muda, hehehehe), kita semua tentu sedikit berbangga karena memiliki sosok yang kita idolakan di masa kecil dulu. Di zaman 90-an dimulai dengan idola seperti Melisa, Puput Melati, Bondan Prakoso, Trio Kwek Kwek, lalu disusul dengan eranya Joshua, Tasya dan lain-lain. Yah begitulah dunia anak-anak, dunia yang penuh dengan tawa dan canda yang nanti akhirnya menjadi teman dan guru di masa tua.

Kembali ke Idola Cilik 2,,,
Tujuan yang ingin dicapai acara ini jelas adalah memunculkan idola-idola cilik baru untuk anak-anak zaman kini. Terlepas dari sisi-sisi komersialnya, saya sangat menghargai suguhan acara ini. Namun ada hal penting yang perlu kita cermati bersama, ternyata tidak semua peserta membawakan lagu-lagu bertemakan anak-anak. Tidak hanya di Idola Cilik 2 ini saja, di Idola Cilik 1 pun hampir semua peserta tidak membawakan lagu anak-anak.

Sebenarnya ini tidak terlalu dipermasalahkan jika lagu tersebut tetap bertemakan tentang dunia seputar anak-anak seperti persahabatan, kasih terhadap orang tua dan sejenisnya. Lalu bagaimana jika lagu-lagu bertemakan Cinta Orang Dewasa yang dibawakan?!?! Disinilah permasalahannya.

Ntah di episode ke berapa, seorang peserta menyanyikan sebuah lagu dari Dewi Sandra yang berjudul I Love You. Tentu sebagian dari kita sudah tahu lagu itu, bahkan sudah melihat video klip nya. Dan si Peserta di anggap tidak bisa menghayati lagu tersebut menurut sang Komentator. Kita bayangkan saja ketika si Peserta mengikuti saran dari komentator tersebut, lalu dia melihat gaya “sang badut televisi” bernyanyi dan mengikuti gayanya. Sebuah perusakan moral sistematis !!!!

Itu baru lagunya Dewi Sandra, belum lagi kalau ada peserta membawakan lagunya Dewi Persik dan Glenn Fredly. Bagaimana pula penghayatan dan ekspresi si Peserta di panggung, tentu tidak jauh-jauh dari sisi erotis.

Dalam masa emas seorang anak, mereka memiliki daya tanggap dan daya ingat yang sangat baik. Di masa ini, selayaknya anak-anak diberikan sebuah tayangan yang tidak hanya menghibur tapi juga harus mendidik. Senada dengan permasalahan ini, tayangan sinetron juga tidak jauh berbeda saat ini. Tetap dengan mengedepankan sisi-sisi komersial dan tidak mendidik.

Sesuatu yang kita lihat akan menjadi apa yang kita pikirkan dan apa-apa yang kita pikirkan akan menjadi apa-apa yang akan kita kerjakan. Sudah saatnya, kita semua bertanggung jawab terhadap pertumbuhan akhlak dan mental anak-anak, karena ditangan mereka lah nantinya negeri ini akan dititipkan.

This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

One Response to Idola Cilik

  1. Philosophia says:

    Salam Damai… ulasan yang menarik… anak2 sekarang mang beda sih… saya ingat waktu saya masih SMP, kalau mulai mendendangkan lagu cinta ja langsung di protes ma orang tua.. kalo sekarang lagu belah duren nya JUPE ja dah biasa bgt dinyanyiin ma anak2 yang notabene masih SD.. Ha…ha..ha… gimana ke depannya lg ya? permasalahannya bukan hanya pada pihak yang membuat program2 yang seperti demikian, karena industri (termasuk entertainment), pada dasarnya akan selalu menghasilkan produk yang disukai oleh masyarakat.. masalah kelayakannya itu urusan belakangan, yang penting mereka mendapatkan keuntungan… saya pernah berandai2 ma seorang teman, gimana ya kalo da sosialisasi pembatasan jam nonton TV bagi masyarakat..(melanggar privacy y?) enatahlah…entahlah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *