Kosong

sambil melalui malam-malam yang sepi
dan merasakan sebuah kehampaan
aku memanggil namamu dalam hatiku
apa kau masih bisa mendengar suaraku?
seperti dulu, seperti biasa
saat aku juga sering memanggil mu dalam hatiku Continue reading
Posted in Puisi | Leave a comment

Membunuh Infantilisme

Sebenarnya banyak keraguan untuk menulis note dengan tema ini, selain karena keterbatasan saya dalam memahami topiknya juga karena keraguan apakah saya cukup pantas untuk menulisnya. Tapi ada kegelisahan sejak tadi malam untuk terus memaksa otak untuk menulisnya. Note ini saya beri judul Membunuh Infantilisme, kata infantilisme ini saya dapatkan beberapa tahun yang lalu dalam sebuah buku yang menjadi referensi skripsi saya dulu. Infantilisme secara sederhana artinya adalah hal tidak tercapainya sifat kedewasaan dalam bertindak dan berpikir. Atau mengutip bahasa teman saya, infantilisme adalah anak-anak yang terjebak dalam tubuh orang tua. Continue reading
Posted in Opini | Leave a comment

Untitled II

ini masih tentang ruang dan waktu
tentang keberadan manusia dalam realitas kehidupan
tentang kebenaran manusia dalam paradigma yg berbeda Continue reading
Posted in Puisi | Leave a comment

Untitled 2

Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang namun ia tak membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita kepadanya. Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu. Continue reading
Posted in Note | Leave a comment
Page 3 of 1012345...10...Last »