Seni Perang Sun Tzu

  • Jenderal yang memahami perang adalah penentu nasib bangsa, dan kepadanya negara bersandar apakah akan damai atau bahaya.
  • Keberanian terletak pada diri sendiri, sedangkan kelemahan musuh dibuat diri mereka sendiri.
  • Mereka yang terlatih dalam perang dapat membuat diri mereka tak terkalahkan, namun kelemahan musuh hanya diakibatkan oleh musuh sendiri
  • Mengetahui musuh anda, mengetahui diri anda, kemenangan anda adalah keniscayaan. Mengetahui bumi, mengetahui syurga, kemenangan anda akan menjadi lengkap.
  • Jenderal yang memahami perang adalah penentu nasib bangsa, dan kepadanya negara bersandar apakah akan damai atau bahaya.
  • Memenangkan pertempuran, menaklukkan, dan mengambil alih semua yang ada namun gagal menbangun atau memulihkan kesejahteraan dengan apa yang di peroleh akan menjadi pertanda buruk, yang disebut dengan “ tinggal dalam kesia-siaan”. Jangan berperang kecuali untuk kepentingan negara. Jangan gunakan pasukan anda kecuali untuk kemenangan. Jangan berperang kecuali anda dalam bahaya.
  • Apa bila pasukan terdorong melarikan diri, melawan perintah, sedih, kacau atau dikalahkan, adalah kekeliruan jenderal karena tidak ada malapetaka itu yang disebabkan oleh alam.
  • Cara berperang adalah : Jika kekuatan kita sepuluh kali musuh, kepunglah musuh, jika kekuatanya lima kali musuh seranglah ia, jika kekuatanya dua kali musuh bagilah kekuatan menjadi dua dan gunakan sebagai strategi alternatif, jika kekuatan hanya setara dengan musuh kita harus memusatkan kekuatan kita untuk berperang. Jika korban meningkat tarik pasukan mundur. Jika kekuatan pasukan kita lebih lemah dari musuh kita harus benar-benar menghindari musuh, karena pasukan kecil yang membandel berakhir dengan penagkapan oleh pasukan yang lebih besar.
  • Sifat tak terkalahkan terletak pada diri sendiri, namun kelemahan musuh dibuat dari kita sendiri. Mereka yang terlatih dalam perang dapat membuat diri mereka tak terkalahkan, namun kelelmahan musuh hanya diakibatkan oleh musuh itu sendiri.
  • Dalam perang mula-mula jenderal perintah dari penguasa. Kemudian dia menata pasukannya ke dalam entitas yang harmoni sebelum mendirikan perekemahan.
  • Amankan loyalitas pasukan anda sebelum menghukum mereka atau anda tidak a kan dapat menunudukan mereka.
  • Dalam perang, mereka yang mengalahkan lebih dari sepuluh kereta perang musuh seharusnya diberikan hadiah.
  • Terlalu sering melakukan hukuman menujukkan ( jenderal ) berada dalam kesulitan karena tidak ada yang dapat mempertahankan mereka ( pasukan ) dalam keadaan terkontrol. Sekiranya perwira mula – mula meperlakukan prajuritnya dengan kasar dan kemudian menakutikanya, maka batas ketidak disiplinan akan tercapai.
  • Perlakukan prajurit anda dengan ramah namun tetap tegas mengontrol mereka untuk memastikan keberhasilan.
  • Mereka yang tidak mengetahui kondisi pergunungan, hutan, dalarn tinggi dan berbahaya, daerah kotor, daerah rawa, dan daerah lembab tidak dapat melakukan kekuatan tentara. Mereka yang tidak menggunakan pemandu local tidak dapat mengambil mamnfaat dari suatu daerah.
  • Apa bila prajurit biasa lebih kuat dari perwiranya, mereka tidaka akan patuh. Apabila perwira terlalu kuat pasukannya lemah, hasilnya kejatuhan.
  • Jenderal yang melindungi prajuritnya seperti seorang bayi, hanya membuat mereka hanya akan mengikutinya ke dalam jurang yang terdalam. Seorang jenderal memperlakukan prajuritnya seperti anak yang tercinta maka mereka akan mengikutinya hingga mati.
  • Jenderal yang maju tanpa menginginkan ketenaran dan menarik diri tanpa merasa malu, namun dengan tujuaan hanya melindungi negara dan mematuhi pemerintahnya adalah permata negara.
  • Ada beberapa jalan yang jangan diikuti, beberapa musuh yang jangan di perangi, beberapa daerah yang jangan direbut, bahkan beberapa aturan penguasa yang tak perlu diikuti.
  • Sengan syurga, saya maksudkan bekerja dengan alam pengaruh musuh dingin dan panas dan pelaksanaan operasi militer sesuai dengan musim.
  • Penyesuaian dengan tanah lapang adalah sekutu terbaik tentara dalam bertempur.
  • Pekerjaan jenderal menata pasukan dan menempatkan mereka dalam posisi kritis. Dia memimpin mereka ke dalam teritori musuh untuk rencana selanjutnya.
  • Dengan komando, saya dimaksudkan pendirian jenderal dalam kearifan, ketulusan, kebaikan, keberanian dan ketegasan.
  • Komandan yang baik berusaha mencari kebajikan dan berjalan dengan mendisiplinkan diri sendiri dengan hukum agar m,emberikan kontrol dalam kesuksesannya.
  • Penguasa yang tercerahkan dan jenderal yang arif dapat mengalahkan musuh kapanpun mereka menyerang dan mereka dapat mencapai prestasi diatas manusia biasa karena mempunyai pengetahuan awal
This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *