Untitled

Ketika aku sekarang berada disini dan sebelumnya berada disana,
maka aku terjemahkan kondisi ini adalah sebuah ruang
Ketika aku sekarang disaat ini dan kemarin aku disaat lalu,
dan akupun menterjemahkan kondisi itu adalah sebuah waktu
Lalu benarkah aku berada dalam ruang dan waktu?!
Pahit….. Manis…. Gelap….. Terang….
Ah,,,,
aku sudah terlalu jauh melangkahkan kaki dari rumah
Hingga akhirnya aku pun lupa kemana jalan pulang
Dan anehnya, aku pun tak tahu mau kemana
karena aku pun tak tau saat ini sudah berada dimana
Lalu dimana cahaya bintang yang senantiasa menjadi penunjuk arah?
Mungkin bintang pun sudah menunjukkan keangkuhannya kepadaku
Tapi bintang, kau jangan angkuh kepada sang nelayan
karena dia membutuhkanmu untuk kembali pulang
Untungnya dalam kesesatan ini aku bertemu sahabat lama
sang pemilik seribu macam cerita kehidupan
Dia ceritakan padaku indahnya mentari pagi,
padahal aku pun tau dia adalah lelaki yang hidup di malam hari
Dia ceritakan indahnya sunrise hanya akan terlihat dari puncak gunung
padahal aku pun tau dia adalah lelaki yang takut ketinggian
Lalu benarkah apa yang dia katakan itu?!
Ah,,,, aku semakin tersesat.
Hilang arah dan tak tau harus kemana
Sampai akhirnya aku pun sadar
Ternyata aku masih disini,
tidak kemana-mana,
masih berada di titik nol kehidupan !!!
This entry was posted in Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *